<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yudaw's Weblog</title>
	<atom:link href="http://yudaw.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudaw.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 May 2008 16:37:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yudaw.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yudaw's Weblog</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yudaw.wordpress.com/osd.xml" title="Yudaw&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yudaw.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Internet ke Interkoloni</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com/2008/05/06/haman-dan-bangunan-mesir-kuno/</link>
		<comments>http://yudaw.wordpress.com/2008/05/06/haman-dan-bangunan-mesir-kuno/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 16:33:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudaw.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Naiknya tingkat kesibukan berbelanja melalui Internet menimbulkan sejumlah permasalahan besar. Perilaku pelanggan ketika berbelanja bisa jadi sama sekali lain dari perkiraan umumnya, dan mungkin saja berbeda di antara sesama pelanggan. Hal ini menyebabkan lalu lintas internet menjadi tidak teratur dan akhirnya berujung pada penumpukan tiba-tiba pada server Internet yang menangani belanja on-line. (Server: sebuah komputer [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=31&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Naiknya tingkat </span> kesibukan<span> berbelanja melalui Internet menimbulkan sejumlah </span>per<span>masalah</span>an<span> </span> besar<span>. Perilaku pelanggan ketika berbelanja                bisa jadi sama sekali </span>lain<span> dari perkiraan                umumnya, dan mungkin saja berbeda di antara sesama pelanggan. Hal                ini menyebabkan lalu lintas internet menjadi tidak teratur </span>dan<span> akhirnya </span> berujung pada <span>penumpukan tiba-tiba                pada <em> server</em> Internet yang menangani belanja <em> on-line</em>.                (<em>Server</em>: sebuah komputer dalam sebuah jaringan yang menyimpan                program-program aplikasi dan file-file data yang </span>dapat dikunjungi<span> oleh komputer-komputer lainnya di dalam jaringan tersebut.) Para                pakar dari Universitas Oxford dan <em>the Georgia Institute of Technology</em> [Institut Teknologi Georgia] </span>melakukan kerja<span>sama                dalam rangka mengembangkan sejumlah teknologi yang dapat mengatasi                penumpukan semacam itu. Para peneliti ini mengambil </span> model                atau <span>contoh</span>-<span>acuan berupa                suatu masyarakat yang lalu lintasnya telah berhasil di</span>atur<span> dengan sangat baik. Contoh</span>-<span>acuan ini adalah                perilaku koloni atau masyarakat lebah madu yang </span>tengah<span> ditiru dalam sejumlah teknologi yang ditujukan untuk meringankan                beban pada <em>server-server</em> pada saat terjadi kepadatan lalu                lintas yang luar biasa.</span><span id="more-31"></span></p>
<p><span>Lonjakan jumlah pelanggan belanja atau perdagangan                saham secara tiba-tiba, naik turunnya kegiatan lelang melalui internet                memunculkan kesulitan besar pada perusahaan-perusahaan pengelola                <em>server</em>. Untuk meningkatkan keuntungan mereka sebesar-besarnya, </span> perusahaan-<span>perusahaan ini perlu memeriksa                komputer-komputer mereka setiap saat untuk menjaga agar komputer                tersebut tetap mampu menyesuaikan diri terhadap tingkat kebutuhan                yang berubah-ubah melalui campur tangan secara cepat. Namun pada                kenyataannya, hanya satu aplikasi <em>web</em> saja yang dapat dimuat                ke dalam komputer pada satu waktu, dan hal ini merupakan sebuah                kendala. Perpindahan antar-aplikasi menyebabkan penghentian sementara                selama 5-7 menit, waktu ini diperlukan untuk konfigurasi ulang pada                komputer, dan ini berarti kerugian. </span></p>
<p><span><img src="http://www.hyahya.org/indo/artikel_images/intercolony2.jpg" alt="" hspace="8" vspace="8" width="200" height="269" align="right" />Permasalahan                serupa dijumpai dalam tugas-tugas yang dijalankan oleh lebah madu.                Sumber-sumber bunga mem</span>i<span>liki keragaman dalam                hal mutu. Oleh karena itu, seseorang mungkin berpikiran bahwa keputusan                tentang berapa banyak lebah yang harus dikirim ke setiap tempat                tersebut dan berapa lama mereka sebaiknya berada di sana merupakan                sebuah permasalahan dalam sebuah koloni yang ingin mencapai laju                pengumpulan madu bunga (nektar) setinggi-tingginya. Akan tetapi,                berkat sistem kerja mereka yang sangat baik, lebah mampu memecahkan                permasalahan ini tanpa mengalami kesulitan. </span></p>
<p><span>Sekitar seperlima dari lebah-lebah di dalam sebuah                sarang bertugas sebagai pengumpul</span>-<span>nektar.                Tugas mereka adalah berkelana di antara bunga-bunga dan mengumpulkan                nektar sebanyak mungkin. Ketika kembali ke sarang, mereka menyerahkan                muatan </span>nektar <span>mereka kepada lebah-lebah penyimpan</span>-<span>makanan                yang menjaga sarang dan menyimpan bahan makanan. Lebah-lebah ini                kemudian menyimpan nektar di dalam petak-petak madu. Seekor lebah                pengumpul</span>-<span>nektar juga dibantu oleh rekan-rekannya                dalam menentukan seberapa bagus </span> mutu <span>sumber                bunganya. Lebah </span> pengumpul-nektar <span>tersebut                menunggu dan mengamati seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk </span>bertemu dengan<span> seekor lebah penyimpan</span>-makanan<span> yang s</span>iap menerima muatan<span>. Jika waktu                tunggu ini berlangsung lama, maka sang lebah pengumpul-nektar memahami                hal ini sebagai isyarat bahwa sumber bunganya bukan dari mutu yang                terbaik, dan bahwa lebah-lebah yang lain kebanyakan telah melakukan                pencarian yang berhasil. Sebaliknya, jika ia disambut oleh sejumlah                besar lebah-lebah penyimpan</span>-<span>makanan untuk                mengambil muatannya, maka </span> semakin besarlah <span>kemungkinan                bahwa muatan </span> nektar <span>tersebut bermutu baik.</span></p>
<p><span>Lebah yang </span> mendapatkan<span> informasi ini memutuskan apakah sumber bunganya senilai dengan kerja                keras </span> yang akan dilakukan <span>berikutnya. Jika                ya, maka ia melakukan tarian</span>-<span>getarnya yang                terkenal agar dipahami maksudnya oleh lebah-lebah lain. Lama tarian                ini memperlihatkan seberapa besar keuntungan yang mungkin dapat                diperoleh dari sumber bunga ini.</span> [penjelasan lebih lanjut                tentang tarian lebah, silakan baca: http://www.harunyahya.com/indo/buku/menyingkap003.htm]<span> </span></p>
<p><span>Sunil Nakrani dari Universitas Oxford dan Craig                Tovey dari <em>the Georgia Institute of Technology</em> menerapkan                cara pemecahan </span>masalah oleh <span> lebah madu tersebut                pada permasalahan </span>ada pada <em><span>Internet</span></em> <em> host</em><span>. Setiap <em>server </em>mengambil peran                sebagai lebah pengumpul-nektar, dan </span>setiap permintaan<span> pelanggan bertindak sebagai sumber bunga. Dengan cara ini, doktor                Nakrani dan Tovey mengembangkan sebuah algoritma &#8220;lebah madu&#8221; untuk                <em>server</em> Internet &#8220;sarang.&#8221; (Algoritma: Serangkaian tahapan-tahapan                logis untuk memecahkan suatu permasalahan yang dapat diterjemahkan                ke dalam sebuah program komputer.)</span></p>
<p><span>Sebuah <em>host</em> menjalankan tugas, sebagaimana                yang dilakukan lebah dengan tarian</span>-<span>getarnya,                dengan membuat sebuah iklan dan mengirimkannya ke </span> sejumlah<em> <span>server</span></em><span><span> lainnya di dalam sarang. Lama masa </span></span>pen<span>ayang</span>an<span> iklan ini mencerminkan manfaat dan tingkat keuntungan yang dapat                diraup </span>melalui <span>para pelanggan <em>server-server</em> tersebut. <em>Server</em> lain membaca iklan ini dan berperilaku seperti                lebah-lebah pekerja yang mengikuti petunjuk yang yang disampaikan                melalui tarian</span>-<span>getar tersebut. Setelah mempertimbangkan                dan mengkaji iklan </span>ini<span> </span>beserta<span> pengalaman mereka sendiri, mereka memutuskan perlu tidaknya untuk </span>beralih<span> dari para pelanggan yang sedang mereka                layani ke para pelanggan yang sedang dilayani oleh <em>server</em> yang mengirim iklan tersebut.</span></p>
<p><span>Doktor Nakrani dan Tovey melakukan uji banding                antara algoritma lebah madu yang mereka kembangkan dengan apa yang                disebut sebagai algoritma &#8220;rakus&#8221; yang saat ini dipakai oleh kebanyakan</span> penyedia<span> <em> Internet host</em>. Algoritma rakus                terlihat ketinggalan zaman. Algoritma rakus membagi waktu menjadi                sejumlah penggalan waktu </span>yang <span>tetap dan menempatkan                <em>server-server </em> </span> untuk melayani<span> para                pelanggan untuk satu penggalan waktu berdasarkan </span>pengaturan<span> yang dianggap paling menguntungkan </span> pada<span> penggalan waktu sebelumnya. Para peneliti mengungkap bahwa di saat-saat                ketika lalu lintas sangat berubah-ubah, algoritma lebah madu memperlihatkan                kinerja 20% lebih baik daripada algoritma rakus. Seben</span>t<span>ar                lagi mungkin <em>server-server </em>yang bekerja menggunakan algoritma                lebah madu akan semakin banyak di masa mendatang, di mana Internet                akan lebih tepat disebut sebagai &#8220;Interkoloni.&#8221;</span></p>
<p><span>Dengan pemisalan yang sangat tepat, penelitian                yang dilakukan oleh para ilmuwan ini menunjukkan betapa berbagai                pemecahan masalah yang masuk akal terdapat di alam. Permasalahan                yang dihadapi <em>server-server </em>Internet sangatlah mirip dengan                permasalahan yang dipecahkan oleh koloni lebah madu. Sungguh, keberhasilan                yang dicapai penelitian tersebut, yang dilakukan dengan menerapkan                contoh</span>-rujukan<span> koloni lebah madu, menjadi                isyarat akan hal ini. Akan tetapi, dari manakah asal usul rumusan                pemecahan masalah yang diberikan lebah madu kepada para pemrogram                komputer tersebut? Meskipun para pemrogram komputer dapat mengambil                perilaku lebah madu sebagai contoh</span>-<span>rujukan                mereka, lebah itu sendiri tidak dapat melakukan hal seperti itu.                Ini dikarenakan meskipun tiruan algoritma lebah yang dibuat oleh                pemrogram komputer merupakan hasil dari proses berpikir cerdas yang                dilakukan secara sadar, lebah madu tidak memiliki kemampuan berpikir                semacam itu. Pemecahan atas permasalahan tersebut membutuhkan tindakan                sadar, misalnya pertama-tama pemahaman tentang adanya </span>per<span>masalah</span>an<span> tersebut, pengkajian terhadap sejumlah penyebab timbulnya </span>per<span>masalah</span>an<span> itu, pengenalan atas pengaruh sejumlah penyebab itu terhadap permasalahan                tersebut secara umum dan pengaruhnya terhadap satu sama lain, dan                akhirnya pengambilan keputusan di antara beragam pilihan yang ada.</span></p>
<p><span>Sudah pasti pemecahan masalah semacam itu tidak                mungkin terjadi di dalam koloni lebah beranggotakan 20 sampai 50                ribu ekor. Hanya ada satu penjelasan masuk akal atas kenyataan ini,                di mana sedemikian banyak makhluk hidup menghemat energi dengan                menerapkan cara pengumpulan nektar yang paling menguntungkan; </span> meskipun orang biasanya mengira akan melihat <span>suatu                kekacauan dan ke</span>bingungan di dalamnya<span>. Pemahaman                atas permasalahan di dalam koloni lebah dan </span> jalan keluar                <span>pemecahan</span>nya<span> </span> merupakan<span> hasil karya Pencipta </span> Maha Mengetahui<span>. Tida</span>k<span> ada keraguan</span>, <span>Allah</span>lah<span>,                Pencipta langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya,                Yang telah menciptakan koloni lebah. Strategi yang diterapkan di                dalam koloni lebah madu </span> merupakan <span>ilham                yang berasal dari Allah. Allah menyatakan hal ini di ayat berikut: </span></p>
<p><span class="ayetler">Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: &#8220;Buatlah                sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat                yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan                dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).&#8221;                Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya,                di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya                pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan)                bagi orang-orang yang memikirkan<span>. (Q</span>S. An                Nahl<span>, 16:68-69)[di ambil dari HARUN YAHYA]</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudaw.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudaw.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudaw.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudaw.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudaw.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudaw.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudaw.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudaw.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudaw.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudaw.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudaw.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudaw.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudaw.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudaw.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudaw.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudaw.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=31&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudaw.wordpress.com/2008/05/06/haman-dan-bangunan-mesir-kuno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63f9848479a9e2eaa37f1143a274a5bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dawud</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.hyahya.org/indo/artikel_images/intercolony2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hotspot Gratis di Seluruh Nusantara</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com/2008/04/02/hotspot-gratis-di-seluruh-nusantara/</link>
		<comments>http://yudaw.wordpress.com/2008/04/02/hotspot-gratis-di-seluruh-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 23:27:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudaw.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Pemerintah siap menggenjot penetrasi internet broadband di Indonesia dengan upaya menggelar program hotspot gratis di seluruh nusantara. Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh, menjelaskan hal itu sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan per kapita negara. &#8220;Bulan depan kami akan memulai program hotspot gratis ini dengan menggandeng sejumlah penyedia layanan internet,&#8221; ujarnya di sela [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=30&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Jakarta</b> &#8211; 	Pemerintah siap menggenjot penetrasi internet <i>broadband </i>di Indonesia dengan upaya menggelar program hotspot gratis di seluruh nusantara<span id="more-30"></span>.</p>
<p>Menteri Komunikasi dan Informatika, Mohammad Nuh, menjelaskan hal itu sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan per kapita negara.</p>
<p>&#8220;Bulan depan kami akan memulai program hotspot gratis ini dengan menggandeng sejumlah penyedia layanan internet,&#8221; ujarnya di sela acara Indonesia Broadband Summit, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (1/4/2008).</p>
<p>Nuh tidak mengungkap secara rinci penyedia layanan internet yang dimaksud. &#8220;Telkom salah satunya,&#8221; ujarnya singkat.</p>
<p>Menurut dia, dengan tingginya penetrasi internet akan menimbulkan <i>multiplier effect </i>terhadap industri, khususnya di sektor riil. Namun, lanjutnya, efek domino terhadap <i>growth domestic product </i>(GDP) negara akan sangat tergantung pada konten dan aplikasi.</p>
<p>&#8220;Jadi, selama konten dan aplikasi belum tumbuh dengan baik, saya kira efeknya kecil,&#8221; Nuh berpendapat. &#8220;Karena itu harus paralel. Dengan mendorong internet <i>broadband</i>, industri aplikasi harus didorong juga,&#8221; ia menambahkan.</p>
<p>Oleh sebab itu, kata Nuh, pemerintah akan mendorong melalui pemberian insentif bagi industri lokal. &#8220;Misalnya, dengan mempermudah akses ke permodalan dan membantu dalam bentuk promosi.&#8221;</p>
<p>Sementara, Presiden Direktur Nokia Siemens Network, Arjun Trivedi, mengaku sangat setuju dengan pendapat yang dikemukakan menteri.</p>
<p>Dari studi global yang dirangkumnya, didapat rujukan bahwa penetrasi telekomunikasi dan internet <i>broadband </i>dapat membantu pertumbuhan ekonomi suatu negara.</p>
<p>Arjun menuturkan, 10% pertumbuhan telekomunikasi seluler <i>mobile </i>akan berdampak pada pertumbuhan GDP negara sebesar 0,6%.� &#8220;Apalagi dengan ditunjang pertumbuhan internet broadband, misalnya 10% juga, akan meningkatkan pertumbuhan GDP tersebut hingga 6,25 kali lagi,&#8221; pungkasnya.� <b> 	(	rou	/	wsh/detik.net)</b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudaw.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudaw.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudaw.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudaw.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudaw.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudaw.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudaw.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudaw.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudaw.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudaw.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudaw.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudaw.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudaw.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudaw.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudaw.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudaw.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=30&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudaw.wordpress.com/2008/04/02/hotspot-gratis-di-seluruh-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63f9848479a9e2eaa37f1143a274a5bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dawud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aphorisma Sang Sufi</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com/2008/04/01/aphorisma-sang-sufi-2/</link>
		<comments>http://yudaw.wordpress.com/2008/04/01/aphorisma-sang-sufi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 12:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[sufie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudaw.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[فما قام بغيرك عنك لا تقم به لنفسك اجتهادك فيما ضمن لك وتقصيرك فيما طلب منك دليل على انطماس البصيرة منك Famaa qaama bighairika ‘anka laa taqum bihi linafsika Ijtihaaduka fiima dhumina laka wataqshiiruka fiima thuliba minka Daliilun ‘ala inthimaasi’l-bashiirati minka Apa yang telah tersediakan oleh Lainmu untukmu, jangan kau upayakan adanya untuk dirimu. Kesungguhanmu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=29&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>فما قام بغيرك عنك لا تقم به لنفسك<br />
اجتهادك فيما ضمن لك وتقصيرك فيما طلب منك دليل على انطماس البصيرة منك<br />
</b><b><i>Famaa qaama bighairika ‘anka laa taqum bihi linafsika<br />
Ijtihaaduka fiima dhumina laka wataqshiiruka fiima thuliba minka<br />
Daliilun ‘ala inthimaasi’l-bashiirati minka<br />
</i>Apa yang telah tersediakan oleh Lainmu untukmu,<br />
jangan kau upayakan adanya untuk dirimu. </b><span id="more-29"></span><br />
<b> Kesungguhanmu terhadap (mengupayakan) sesuatu yang telah dijamin untukmu<br />
dan sambalewamu terhadap sesuatu yang dituntut darimu,<br />
menunjukkan pudarnya matahatimu.<br />
</b>Allah menciptakan manusia dan telah menyediakan rezki baginya di dalam kehidupan dunia ini. Sebagai hamba, manusia hanya dituntut untuk menghamba, beribadah, kepadaNya. Tapi aneh; umumnya kita justru mengejar apa yang sudah tersedia (disediakan oleh Allah) untuk kita: rezki (seperti harta, kedudukan, dsb); sehingga seringkali bahkan karenanya kita melalaikan apa yang seharusnya kita penuhi: beribadah kepadaNya. Atau minimal kesibukan dan keseriusan kita untuk mendapatkan rezki itu mengurangi ketekunan dan keseriusan kita dalam mengabdi kepadaNya.</p>
<p>Menurut Syeikh Ibn ‘Athaillah, kesungguhan dan keseriusan kita dalam mengupayakan sesuatu yang sudah dijamin adanya; sementara terhadap sesuatu yang dituntut dari kita, kita malah sambalewa dan seenaknya, adalah pertanda bahwa matahati kita telah pudar.</p>
<p><b>5.<br />
لا تكن تأخر امد العطاء مع الالحاح في الدعاء موجبا ليأسك<br />
فهو ضمن لك الاجابة فيما يختاره لك لا فيما تختار لنفسك,<br />
وفي الوقت الذي يريد لا في الوقت الذي تريد<br />
<i>Laa takun ta-akhkhuru amadi ‘l-‘athaa-I ma’a ‘l-ilhaahi fii ‘d-du’aa-i<br />
Muujiban liya’sika; faHuwa dhamina laka al-ijaabata fiimaa yakhtaaruhu laka<br />
laa fiimaa takhtaaru linafsika, wafii ‘l-waqti ‘l-ladaii yuriidu<br />
laa fii ‘l-waqti ‘l-ladzii turiidu.</i><br />
Janganlah tertundanya masa pemberian bersama gigihnya permohonan<br />
menyebabkan keputus-asaanmu. Ia menjamin keterkabulan permohonan sesuai pilihanNya untukmu, bukan sesuai pilihanmu untuk dirimu;<br />
dan pada waktu yang Ia kehendaki, bukan waktu yang kau inginkan.</b></p>
<p>Kadang-kadang kita gigih berdoa, memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah; tapi apa yang kita pohonkan tak kunjung diberikanNya kepada kita. Karenanya sering kali kita kemudian merasa bahwa doa dan permohonan kita tidak dikabulkanNya sesuai firmanNya. “Bukankah Allah telah berfirman ‘Ud’uunii astajib lakum, Berdoalah kepadaKu, pasti Aku akan mengabulkanmu;” begitu mungkin pikir kita, “mengapa aku sudah gigih berdoa, tak juga dikabulkanNya?”</p>
<p>Syeikh Ibn ‘Athaillah menjelaskan bahwa permohonan kita kepada Allah pasti dikabulkan, sesuai janjiNya. Apalagi bila kita gigih dan bersungguh-sungguh dalam berdoa. Hanya saja Allah mengabulkan permohonan hambaNya sesuai dengan pilihanNya dan pada waktu yang dikehendakinya. Bukan menurut pilihan kita dan pada waktu yang kita kehendaki. Allah Mahamengetahui dan lebih tahu –daripada kita sendiri— mengenai apa yang maslahat dan terbaik bagi kita. Ia Mahamengetahui dan lebih tahu –daripada kita sendiri—mengenai kapan sebaiknya apa yang kita inginkan itu diberikan kepada kita.</p>
<p>Umumnya manusia memang hanya memohon sesuai keinginannya dan seringkali tanpa mengetahui apakah permohonan yang sesuai keinginannya itu berakibat baik atau buruk untuk dirinya. Manusia juga memohon sesuatu yang diinginkannya dapat diperoleh pada saat yang ia kehendaki, tanpa mengetahui apakah bila sesuatu itu diperolehnya pada saat yang dikehendakinya berakibat baik atau buruk terhadap dirinya.</p>
<p>Ibarat anak kecil yang sering kali tidak paham mengapa permintaannya tidak dikabulkan oleh orangtuanya dan buru-buru menganggap orangtuanya tidak sayang kepadanya (misalnya, si anak dengan gigih meminta es dan orangtuanya tidak mengabulkannya karena tahu anaknya itu sedang batuk dan tidak boleh minum es); demikian pula sering kali kita tidak paham ketika permohonan kita tidak segera dikabulkan oleh Allah.</p>
<p>Allah Mahamengetahui dan lebih tahu daripada kita sendiri apa dan kapan yang terbaik untuk kita.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudaw.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudaw.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudaw.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudaw.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudaw.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudaw.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudaw.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudaw.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudaw.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudaw.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudaw.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudaw.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudaw.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudaw.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudaw.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudaw.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=29&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudaw.wordpress.com/2008/04/01/aphorisma-sang-sufi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63f9848479a9e2eaa37f1143a274a5bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dawud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aphorisma Sang Sufi</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com/2008/04/01/aphorisma-sang-sufi/</link>
		<comments>http://yudaw.wordpress.com/2008/04/01/aphorisma-sang-sufi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 12:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[sufie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudaw.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[ارادتك التجريد مع اقامة الله اياك في الاسباب من الشهوة الخفية وارادتك الاسباب مع اقامة الله اياك في التجريد انحطاط عن اهمة العلية Iraadatuka at-tajriida ma’a iqaamatiLlahi iyyaaka fil asbaabi minasy-syahwatil khafiyyah; wairaadatukal-asbaaba ma’a iqaamatiLlahi iyyaaka fit-tajriidi inhithaathun ‘anil himmatil-‘aliyyah Keinginanmu untuk tajriid pada saat Allah menempatkanmu di asbaab, termasuk syahwat terselubung; sedangkan keinginanmu untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=28&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><br />
<font size="3">ارادتك التجريد مع اقامة الله اياك في الاسباب من الشهوة الخفية<br />
وارادتك الاسباب مع اقامة الله اياك في التجريد انحطاط عن اهمة العلية</font><br />
<i>Iraadatuka at-tajriida ma’a iqaamatiLlahi iyyaaka fil asbaabi minasy-syahwatil khafiyyah; wairaadatukal-asbaaba ma’a iqaamatiLlahi iyyaaka fit-tajriidi inhithaathun ‘anil himmatil-‘aliyyah </i></b> <b><i> </i></b></p>
<p align="justify"><b><i><br />
Keinginanmu untuk tajriid pada saat Allah menempatkanmu di asbaab, termasuk syahwat terselubung; sedangkan keinginanmu untuk asbaab pada saat Allah menempatkanmu di tajriid, merupakan kemerosotan dari tekad luhur </i></b><span id="more-28"></span></p>
<p>Keinginanmu untuk tajriid pada saat Allah menempatkanmu di asbaab, termasuk syahwat terselubung; sedangkan keinginanmu untuk asbaab pada saat Allah menempatkanmu di tajriid, merupakan kemerosotan dari tekad luhur</p>
<p align="justify"><i>Tajriid</i> ialah melulu beribadah dengan meninggalkan upaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan duniawi. Sedangkan <i>asbaab </i>ialah upaya-upaya mencari rezki atau nafkah hidup.</p>
<p align="justify"> Menurut kalangan tasawuf, setiap hamba sudah ditempatkan oleh Allah pada tempatnya masing-masing. Ada yang ditempatkan di tempat atau maqam <i>tajriid, </i>ada yang di <i>asbaab</i>. Orang yang secara istiqamah dapat melakukan ibadah tanpa harus berusaha mencari nafkah (karena sudah berkecukupan, misalnya), adalah pertanda bahwa dia ditempatkan Allah di maqam tajriid. Sebaliknya, orang yang bekerja –apakah sebagai petani, buruh, pegawai, atau yang lain— tapi tetap dapat istiqamah melakukan ibadah sesuai kondisinya, adalah pertanda dia ditempatkan oleh Allah dalam maqam asbaab.</p>
<p align="justify">Nah, masing-masing mereka yang sudah ditempatkan Allah pada tempatnya, tidak seyogyanya mempunyai keinginan untuk pindah ke maqam lainnya. Keinginan orang yang di maqam <i>asbaab </i>untuk pindah ke maqam <i>tajriid,</i> menurut Syeikh Ibn ‘Athaillah, itu sebenarnya merupakan syahwat yang terselubung. Sebaliknya keinginan orang yang di maqam <i>tajriid </i>untuk pindah ke maqam <i>asbaab</i>, merupakan kemerosotan himmah atau tekad yang luhur untuk sampai maqam makrifat.</p>
<p><b>3.</b></p>
<p><b><font size="3">سوابق الهمم لا تخرق اسوار الاقدار</font><br />
<i>Sawaabiqul himam laa takhriqu aswaaral aqdaar<br />
</i>Bagaimana pun derasnya laju himmah, tak akan mampu menembus tembok-tembok takdir<br />
</b><br />
<i>Himmah</i> (bentuk jamaknya: <i>himam)</i> ialah tekad atau kemauan keras. <i>Himmah </i>itu bertingkat-tingkat. Ada orang yang mempunyai <i>himmah</i>, mempunyai tekad, tapi tidak sampai diwujudkan dalam tindakan atau amal perbuatan. Ada yang mempunyai <i>himmah</i> yang lebih kuat lagi disertai usaha untuk mewujudkannya dalam tindakan atau amal perbuatan. Sedang yang disebut Syeikh Ibn ‘Athaillah sebagai <i>sawaabiqul himam</i>, adalah <i>himmah </i>yang tertinggi atau terkuat yang merupakan kekuatan jiwa yang memiliki pengaruh nyata. Seperti pengaruh yang timbul dari ahli sihir atau seorang waliyullah.</p>
<p>Namun betapa pun kuatnya <i>himmah (sawaabiqul himam)</i> seseorang hanya bisa berpengaruh manakala disertai qadha dan takdir Allah. Tanpa qadha dan takdir Allah, betapa pun hebatnya himmah tidak akan mempunyai pengaruh apa pun.<br />
<font size="3">&#8220;وما هم بضارين به من احد الا باذن الله&#8221;<br />
</font>“Dan mereka (para ahli sihir itu) dengan sihir mereka, tidak mampu mencelakakan seorang pun kecuali dengan izin Allah.” (Q. 2: 102).</p>
<p>Nah, apabila <i>himmah</i> yang begitu kuat saja tidak mampu ‘menembus tembok takdir Allah’, apa pula dengan <i>himmah-himmah</i> manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan seperti itu. Oleh karena itu kita tidak boleh berlebih-lebihan. Orang yang selamat adalah orang yang mampu mengukur dan tahu ukuran dirinya, sehingga tidak mencoba menggapai yang di luar kemampuannya. Dan orang yang mengetahui bahwa segala sesuatu tidak hanya diukur dari <i>himmah</i>-nya, tapi ada yang lebih menentukan yaitu takdir Allah; tidak akan mudah frustasi apabila keinginan atau <i>himmah</i>-nya tidak mewujud dalam kenyataan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudaw.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudaw.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudaw.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudaw.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudaw.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudaw.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudaw.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudaw.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudaw.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudaw.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudaw.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudaw.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudaw.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudaw.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudaw.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudaw.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=28&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudaw.wordpress.com/2008/04/01/aphorisma-sang-sufi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63f9848479a9e2eaa37f1143a274a5bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dawud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Ada Kebebasan untuk Menghina</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/27/analisa-berita/</link>
		<comments>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/27/analisa-berita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 13:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[analisa berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudaw.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Semangat crusade (perang salib) itu ternyata masih menggejala di sementara masyarakat Eropa, walaupun mereka itu sudah merasa agnostik bahkan ateis, yang sama sekali tidak lagi percaya pada iman Kristiani, tetapi rasa permusuhan terhadap Islam tidak pernah luntur. Penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan penodaan terhadap Al-Qur’an dan umat Muslim pada umumnya telah menjadi ritual, dilakukan secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=27&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Semangat crusade (perang salib) itu ternyata masih menggejala di sementara  masyarakat Eropa, walaupun mereka itu sudah merasa agnostik bahkan ateis, yang sama sekali tidak lagi percaya pada iman Kristiani, tetapi rasa permusuhan terhadap Islam tidak pernah luntur.<span id="more-27"></span> Penghinaan terhadap Nabi Muhammad dan penodaan terhadap Al-Qur’an dan umat  Muslim pada umumnya telah menjadi ritual, dilakukan secara berkala. Suatu ketika muncul di Denmark setelah mendapat protes keras lalu mereda, kemudian muncul lagi di Swedia, ketika dikritik lalu saat ini muncul di Belanda bahkan muncul dari tokoh partai politik negeri itu.</p>
<p>Mengapa komunitas yang merasa telah tercerahkan, merasa maju tetapi masih membesarkan tindakan primitif, sementara pemerintah membiarkan mereka dengan dalih kebebasan berkreasi dan kebebasan berekpresi. Ini salah satu kerabunan modernitas yang menafsirkan susuatu dengan kepentingan politiknya sendiri. Tindakan yang jelas merugikan bangsa lain dan agama lain, yang menimbulkan banyak korban dianggap sekadar kebebasan berekspresi. Tidak ditegaskan sebagai tindakan kriminal. Pemerintah Eropa juga merasa tidak punya hak untuk melarang karena kriminalitas mereka dijamin oleh undang-undang.</p>
<p>Sekali kolonial tetap kolonial. Itu istilah yang sering digunakan oleh aktivis kebangsaan selama ini. Kecuali pemerintah Eropa dengan Uni Eropanya mau mengubah sikap yang mengobarkan api permusuhan semacam itu. Kriminal kebudayaan itu haruslah dianggap kriminal, perluasannya harus dicegah, pelakunya harus dihukum. Namun, yang terjadi sebaliknya, mereka justru diberi keleluasan, bahkan diberi penghargaan atas keberanian menerobos konvensi.</p>
<p>Maka kegigihan lembaga sensor film yang didukung oleh para pemuda dan ulama untuk mepertahankan lembaga sensor itu menjadi sangat relevan, agar peredaran film tidak merusak mental generasi muda. Lembaga sensor oleh para penggiat film porno yang liberal hendak dihapus, karena tidak sesuai dengan UUD 45 (amandemen yang liberal). Mereka itu dengan tidak sopan mencaci maki para anggota lembaga itu. Seandainya kemauan mereka dituruti maka akan rusaklah bangsa yang reliogius ini. Pembuatan film porno yang penuh dengan adegan seks dan kekerasan itu dianggap hanya penyampaian informasi yang telah dijamin kebebasannya.</p>
<p>Padahal taayangan itu memeiliki pengaruh besar terhadap mental bangsa ini. Sejalan dengan itu gerakan anti moralitas memang sedang digiatkan oleh kelompok liberal terutama para aktivis emansipasi wanita, karena pembukaan aurat di publik bukan pornografi tetapi sebagai seni. Penghinaan dan eksploitasi terhadap wanita ini dianggap sebagai bentuk emansipasi. Ini telah menjadi gerakan yang tekah menyesatkan termasuk di kalangan Muslimah sendiri. Banyak aktivis Muslimah yang dengan naïf mendukung gerakan pornografi. Padahal ini gerakan anti moral yang merupakan inti dari agama.</p>
<p>Karena itu kelompok ini sangat peduli kalau terjadi konflik antara kelompok mayoritas dengan minoritas, termasuk monoritas bermasalah. Ketika terjadi penghinaan terhadap agama, oleh kelompok Eropa yang terjadi berkali-kali itu mereka tidak peduli. Mereka melarang orang untuk protes, mereka disuruh bertoleransi. Menerima penghinaan dianggap sebagai kedewasaan dalam beragama. Padahal ini merupakan kebebalan, mati rasa dan masa sikap bodoh terhadap kriminalitas. Tidak boleh dibiarkan kebebasan untuk menghina kelompok lain, karena ini kriminal.</p>
<p>Orang liberal adalah orang individualis, sejauh kepentingannya sendiri sudah tercukupi mereka tidak akan memperhatikan kepentingan publik. Soal moral dianggap sebagai hanya persoalan pribadi, bukan sebagai karakter bangsa. Mereka pun tidak peduli pada bangsa, sebab manusia individual merasa dirinya universal, menerima apa saja yang dianggap menyenangkan dan menguntungkan dirinya. Pendirian mereka sangat sesuai dengan watak kapitalisme, karena itu mereka difasilitasi, diperalat untuk mengembangkan kebebasan untuk memudahkan masuknya investasi dan infiltrasi. Dengan demikian suatu bangsa akan mudah terkuasasi secara budaya dan dengan sendirinya akan terkuasasi secara politik.</p>
<p>Jadi apa yang diperjuangkan kelompok agama dan PBNU khususnya, bukan sekadar bersifat moralistis, tetapi sebagai wujud dari upaya mempertahankan eksistensi dan martaabat  bangsa. Karena bangsa yang besar dan maju adalah bangsa yang memiliki kepribadian. Hanya bangsa ini yang dihormati bangsa lain. Maka ketika Nabi mengatakan bahwa Islam datang untuk menyempurnakan akhlak manusia (buitstu liutamimma makarimal akhlaq), sebenarnya juga berarti datang untuk menyelamatkan manusia. (Abdul Mun’im DZ)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudaw.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudaw.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudaw.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudaw.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudaw.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudaw.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudaw.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudaw.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudaw.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudaw.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudaw.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudaw.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudaw.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudaw.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudaw.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudaw.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=27&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/27/analisa-berita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63f9848479a9e2eaa37f1143a274a5bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dawud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Terhormat</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/25/wanita-terhormat/</link>
		<comments>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/25/wanita-terhormat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 19:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata ortu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudaw.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Wanita terhormat, betapapun laparnya tidak akan memakan kehormatannya&#8221;.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=14&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><font size="4">&#8220;Wanita terhormat, betapapun laparnya tidak akan memakan kehormatannya&#8221;.</font></b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudaw.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudaw.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudaw.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudaw.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudaw.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudaw.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudaw.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudaw.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudaw.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudaw.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudaw.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudaw.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudaw.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudaw.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudaw.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudaw.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=14&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/25/wanita-terhormat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63f9848479a9e2eaa37f1143a274a5bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dawud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Senyum</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/25/senyum/</link>
		<comments>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/25/senyum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 19:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[kata ortu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudaw.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Senyum biayanya lebih kecil dibanding dengan listrik, tapi dijamin lebih banyak cahayanya&#8221;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=13&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><font size="4">&#8220;Senyum biayanya lebih kecil dibanding dengan listrik, </font></b><span id="more-13"></span><b><font size="4">tapi dijamin lebih banyak cahayanya&#8221;</font></b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudaw.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudaw.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudaw.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudaw.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudaw.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudaw.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudaw.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudaw.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudaw.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudaw.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudaw.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudaw.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudaw.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudaw.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudaw.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudaw.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=13&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/25/senyum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63f9848479a9e2eaa37f1143a274a5bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dawud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Filosofi&#8221; Poligami</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/23/filosofi-poligami/</link>
		<comments>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/23/filosofi-poligami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 15:24:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudaw.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Mumpung lagi hangat soal poligami, ada sebuah joke dari KH Yusuf Hasyim, paman Gus Dur yang biasa dipanggil Pak Ud tentang “filosofi” orang berpoligami Pak Ud mengatakan, &#8220;Kalau kita berniat poligami, jangan berfikir dengan kepala atas, karena tidak akan jadi. Tapi kalau berfikir dengan kepala bawah, pasti jadi”. (antara)<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=10&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Mumpung lagi hangat soal poligami, ada sebuah joke dari KH Yusuf Hasyim, paman Gus Dur yang biasa dipanggil Pak Ud tentang “filosofi” orang berpoligami<span id="more-10"></span></p>
<p>Pak Ud mengatakan, &#8220;Kalau kita berniat poligami, jangan berfikir dengan kepala atas, karena tidak akan jadi. Tapi kalau berfikir dengan kepala bawah, pasti jadi”. (antara)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudaw.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudaw.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudaw.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudaw.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudaw.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudaw.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudaw.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudaw.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudaw.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudaw.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudaw.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudaw.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudaw.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudaw.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudaw.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudaw.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=10&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/23/filosofi-poligami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63f9848479a9e2eaa37f1143a274a5bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dawud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gambar Orang Beribadah</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/23/ffgghhjjkkll/</link>
		<comments>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/23/ffgghhjjkkll/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 13:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudaw.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Ketika si Nanang (bukan nama sebenarnya) masih duduk di bangku SD, ia mendapat tugas kliping dari guru PMP-nya (PMP, Pendidikan Moral Pancasila. Sekarang menjadi pelajaran Kewarganegaraan). “Coba kalian kliping gambar atau foto orang yang sedang menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Kumpulkan minggu depannya”, perintah Ibu Guru kepada Nanang dan kawan-kawannya. Seminggu berlalu, rupanya si Nanang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=6&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Ketika si Nanang (bukan nama sebenarnya) masih duduk di bangku SD, ia mendapat tugas kliping dari guru PMP-nya (PMP, Pendidikan Moral Pancasila. Sekarang menjadi pelajaran Kewarganegaraan).</p>
<p>“Coba kalian kliping gambar atau foto orang yang sedang menjalankan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Kumpulkan minggu depannya”, perintah Ibu Guru kepada Nanang dan kawan-kawannya.<span id="more-6"></span><!--more--></p>
<p>Seminggu berlalu, rupanya si Nanang lupa akan tugasnya. Hari itu, Ibu guru PMP pun menyuruh Nanang dan kawan-kawannya mengumpulkan tugas kliping.</p>
<p>Si Nanang pun kelabakan. Segera ia mengambil pas foto dirinya dari tasnya, dan menempelkannya di selembar kertas dan memberikannya judul ”Tugas Kliping Gambar Orang Beribadah”.</p>
<p>Ibu guru PMP pun memeriksa tugas murid-muridnya. Ketika sampai di meja si Nanang, Ibu guru tersebut pun marah. “Apa maksudnya kamu menempel foto kamu sendiri di lembar tugas kliping ini?, tanya Ibu guru gusar.</p>
<p>Nanang pun dengan tenang menjawab, ”Ini gambar orang beribadah Bu, ibadah puasa”, tandas si Nanang. (Alf)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudaw.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudaw.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudaw.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudaw.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudaw.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudaw.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudaw.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudaw.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudaw.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudaw.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudaw.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudaw.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudaw.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudaw.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudaw.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudaw.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=6&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/23/ffgghhjjkkll/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63f9848479a9e2eaa37f1143a274a5bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dawud</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat Tahajud Siang-Malam</title>
		<link>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/23/shalat-tahajud-siang-malam/</link>
		<comments>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/23/shalat-tahajud-siang-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 04:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudaw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudaw.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Ini kisah seorang pejabat di era Orde Baru yang “ghirah” (semangat) keislamannya sedang tinggi-tingginya. Maklum ia baru saja direstui oleh Penguasa Orde Baru untuk memimpin sebuah organisasi cendekiawan muslim. Ia pun mulai sering mengunjungi pesantren-pesantren. Di sebuah pesantren pun sang pejabat didaulat untuk memberikan sambutannya. Di depan para kyai. Ustadz dan ratusan santri, sang pejabat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=11&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font color="#800000">Ini kisah seorang pejabat di era Orde Baru yang “ghirah” (semangat) keislamannya sedang tinggi-tingginya. Maklum ia baru saja direstui oleh Penguasa Orde Baru untuk memimpin sebuah organisasi cendekiawan muslim.</font></p>
<p><font color="#800000">Ia pun mulai sering mengunjungi pesantren-pesantren. Di sebuah pesantren pun sang pejabat didaulat untuk memberikan sambutannya. </font><span id="more-11"></span><font color="#800000">Di depan para kyai. Ustadz dan ratusan santri, sang pejabat tersebut pun menceritakan pengalaman hidupnya yang pasang surut.</font></p>
<p><font color="#800000">Tak lupa ia menceritakan kisah suksesnya menjadi pejabat penting. Salah satu kiatnya untuk sukses adalah selalu memanjatkan doa pada Allah.</font></p>
<p><font color="#800000">”Saya sering menunaikan shalat tahajud siang dan malam”, kisahnya di depan ratusan hadirin yang langsung senyum-senyum mendengar ucapannya</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudaw.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudaw.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudaw.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudaw.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudaw.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudaw.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yudaw.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yudaw.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yudaw.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yudaw.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudaw.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudaw.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudaw.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudaw.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudaw.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudaw.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudaw.wordpress.com&amp;blog=3250946&amp;post=11&amp;subd=yudaw&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudaw.wordpress.com/2008/03/23/shalat-tahajud-siang-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/63f9848479a9e2eaa37f1143a274a5bd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dawud</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
